Close

Object Oriented Programming Example – Preface

Bermula dari keinginan memberikan suatu contoh pemrograman yang bisa dibilang “oke, ini berorientasi objek dengan baik”, maka post ini dituliskan :p

3 tahun mengajar matakuliah Pemrograman Berbasis Objek (PBO) selalu struggling bagaimana cara menyampaikan feel dari pemrograman objek ini. Karena buat dari penulis sendiri, ini kerasanya by experience sih, bukan langsung bisa. Dan manfaat dari PBO biasanya juga baru terasa pada long term project yang dikerjakan banyak orang (programmer), atau kasus-kasus di mana tetiba stakeholder iseng minta perubahan atau tambahan di program. Kalau sudah begini biasanya manfaat PBO seperti kemudahan manajemen, loose coupling, dll bisa terasa.

Hal lain yang juga masih struggling menyampaikan adalah tentang arsitektur MV*  dan Object Persistence. Dan lagi-lagi ya karena kalau untuk level tugas besar yang dikerjakan ngebut sehari-semalam, ga keliatan fungsinya

tubes mah asal jadi

Tapi selama nama matakuliahnya adalah Pemrograman Berbasis Objek, bukan Pemrograman Java, ya saya ga mau kalau hasil tubesnya sekedar program menggunakan bahasa pemrograman Java tapi tidak berorientasi objek, meskipun programnya jalan dengan baik

Karena itu di post ini saya coba berikan contoh step-by-step pembangunan aplikasi Berbasis Objek. Mungkin karena faktor style programming, saya tidak bisa bilang inilah bentuk PBO yang baik dan benar, tapi semoga contoh berikut bisa memberi sedikit gambaran mengenai manfaat PBO. Di sini saya tidak akan terlalu banyak memberikan materi PBO, materinya bisa dibaca sendiri di sini

Namun satu yang jadi perhatian di sini adalah: di post ini saya tidak akan membahas kebaikan dan keburukan paradigma pemrograman.

Every programming paradigm has its own place and function, their own pros and cons

Semuanya adalah mengenai penggunaan yang tepat. Sekali lagi, penulisan post lebih dikarenakan keterkaitan dengan matakuliah Pemrograman Berbasis Objek.

Moving on, Contoh ini akan saya bagi ke dalam beberapa bagian, mulai dari pembangunan model dari class diagram, pembangunan kelas aplikasi, pembangunan user interface konsol, hingga pembangunan user interface grafik untuk satu aplikasi yang sama. Untuk contoh Object Persistence akan diberikan contoh penyimpanan ke dalam file, ke dalam database secara manual, dan ke dalam database menggunakan ORM Hibernate

Biar lebih seru, rencananya nanti aplikasi juga akan dimigrasikan menjadi server menggunakan framework Spring sehingga bisa diakses menggunakan user interface dari web browser atau bahkan dimigrasikan ke dalam bentuk aplikasi mobile Android (wow, kok aneh ya?). Di sini tujuannya adalah sedikit memperlihatkan bahwa semuanya menggunakan 1 aplikasi yang sama dari model yang sama, namun dengan pembangunan berorientasi objek yang tepat, proses migrasi aplikasi dari satu bentuk ke bentuk yang lain (dengan sedikit usaha) dapat dengan mudah dilakukan tanpa harus membangun aplikasi yang baru dari nol

 Oke, cukup pembukaannya, sekarang mari kita mulai dari perancangan model aplikasinya. Program yang akan dicontohkan di sini adalah aplikasi Lamaran Pekerjaan

Leave a Reply

© 2021 Anditya's blog | WordPress Theme: Annina Free by CrestaProject.