Close

Iseng itu ga harus lama, hasilnya dipakai orang aja udah senang

Ini cerita pada hari terakhir puasa 1438H (2017) kemarin. Setelah makan sahur, entah kenapa saya terpikir pengen ngoding iseng sesuatu, dan sampai Adzan Subuh tetiba selesai satu kodingan Android yang sudah bisa saya share sebelum siang hari itu.

OK, ceritanya terlalu cepat sepertinya, mulai lagi dari awal

 

jadi di tahun 2017 ini, Fakultas Informatika terutama Program Studi Informatika mulai menerapkan sistem baru dalam penilaiannya. Namanya sistem Course Learning Outcome (CLO). Ya namanya sistem baru, pasti banyak sekali pro dan kontra nya sampai semua terbiasa. Tapi di sini saya bukan mau cerita pro dan kontranya, tapi hanya salah satu efeknya saja di salah satu matakuliah. Dan matakuliah itu adalah Tugas Akhir. Ya, Matakuliah yang jadi momok kebanyakan mahasiswa. Tapi perubahan sistem penilaian ini rasanya tidak menyusahkan buat mahasiswa, tapi malah yang merasa disusahkan adalah Dosen Penguji nya. Hal ini dikarenakan perubahan penilaian yang awalnya masing-masing Dosen Penguji hanya perlu memberi sebuah nilai skala 1-100 yang lalu oleh ketua sidang tinggal dirata-rata dan dihitung proporsinya secara sederhana, menjadi harus memberikan tiga nilai skala 1-100 yang harus dihitung proporsinya dengan skala yang cukup tidak sederhana. Memang tidak susah-susah banget, tapi suatu hal yang awalnya bisa dihitung dengan kepala, sekarang harus keluarkan kertas atau kalkulator untuk menghitungnya. Tidak susah sebenernya, apalagi masing-masing dosen sekarang pastinya ada smartphone yang pastinya ada kalkulator, cuma emang males aja si tetep harus menghitung satu-satu. Untuk mensolusikan hal ini bahkan beberapa dosen sudah siap membawa laptop yang sudah menyiapkan file excel untuk secara otomatis menghitung penilaian Tugas Akhir tersebut.
Dari sinilah kemudian saya berpikir, daripada bawa laptop dan bikin excelnya, kalau memang masing-masing kemungkinan besar mempunyai smartphone (android), kenapa tidak bikin saja aplikasi android untuk perhitungan penilaian yang ribet itu. Dan pemikiran iseng ini hadir selagi saya rebahan setelah makan sahur di hari terakhir Ramadhan 1438H tersebut.

X: Habis sahur rebahan, ntar ketiduran lo, contoh tidak baik,
me: biarin

So, ceritanya, seminggu terakhir ramadhan itu, sebagai anak yang baik ya pastinya saya mudik ke kampung halaman saya di Jember untuk menikmati lebaran bersama keluarga. Nah, selama beberapa hari di rumah itu, saya sembari mengajari adik saya yang baru masuk SMK tentang bahasa pemrograman Android. Sedikit banyak adik saya sudah belajar mengenai pemrograman, sehingga saya bisa memberi sedikit pengetahuan yang lebih advance tentang Android Programming. Nampaknya hal ini lah yang mendasari keinginan saya yang tiba-tiba ingin membuat suatu aplikasi Android, dan terpikirlah tentang aplikasi Penilaian TA. Aplikasinya cukup simpel, hanya form input tabel, kalkulasi matematika, tambah kali bagi saja, lalu sedikit If-Then untuk menampilkan indeks nilai A-B-C nya. Dan ternyata sebelum Adzan Subuh aplikasi versi 0 sudah bisa dipakai dan menghasilkan output dengan benar. Haha gampang, rasa puas melanda hati saya

Pagi sekitar jam 7 saya melanjutkan kodingan saya. Saya tambah tampilan agar lebih menarik, saya tambah satu halaman help untuk memberikan keterangan mengenai masing-masing CLO yang harus diisi. Aplikasi Penilaian TA versi 1.0 siang itu sudah saya share ke rekan-rekan dosen sebagai hasil iseng. Masih tanpa splash screen, tanpa icon, warnanya masih cupu, intinya hanya untuk beta testing dulu. Namanya manusia, hasilnya cuma dibilang bagus aja udah senang banget rasanya. Tapi dari sana lalu saya menemukan beberapa bug yang masih mengganggu, cuma ya udah takbiran jadi development-nya hiatus dulu. Beberapa hari kemudian baru saya menemukan keinginan untuk melanjutkan proyek iseng tersebut dengan menambahkan icon, splash screen, dan beberapa fitur tambahan untuk mempermudah user dalam penggunaan, sehingga Aplikasi Penilaian TA versi 1.2 lalu saya share kembali ke rekan-rekan dosen
hasil aplikasi saya upload ke drive saja di linke bit.ly/PenilaianTA

Liburan telah usai, dan hari kerja kembali menanti, lalu datanglah masa sidang TA yang menumpuk, dikarenakan adanya sistem baru di prodi IF yang mengharuskan mahasiswa TA yang harusnya bisa sidang maka harus sidang. Pada masa ini, jadwal sidang sangatlah padat. Dan yang membuat terkejut saya adalah ternyata aplikasi saya udah nyampe mana-mana. Saya sangat bersyukur dan senang sekali kalau hasil iseng saya ternyata bisa bermanfaat

TAPI

Pada akhir 2017, Pak Wadek lalu menyampaikan bahwa kemungkinan akan ada perubahan lagi pada sistem penilaian TA, yang sekarang adalah 3 penilaian dari masing-masing dosen, menjadi kemungkinan 10 poin penilaian. [SHOCKED Haha]

Di sini pastinya makin kelihatan bahwa adanya aplikasi seperti ini pasti dibutuhkan. Tapi 10 penilaian?? Saya ga yakin cukup layar smartphone untuk menampung input sebanyak itu untuk 3-4 dosen penguji dan pembimbing. Wah untuk sistem yang baru nanti sepertinya sedikit riset mengenai UX perlu dilakukan untuk mempermudah semua pihak. Tapi yang versi berikutnya siapa yang mau bikin?

Ya lihat sja nanti, siapa tahu saya lagi pengen iseng lagi

Leave a Reply

© 2021 Anditya's blog | WordPress Theme: Annina Free by CrestaProject.